PENGAJAR BANYAK TEMPAT
W.Hermawan - Menjadi seorang pengajar pada awalanya bukanlah sebuah cita-cita bahkan tidak pernah terpikirkan sebelumnya, pada tahun 2012 saya mulai menjadikan mengajar sebagai hobby, alasannya sederhana agar saya tidak banyak menuntut dari apa yang saya kerjakan karena mengajar bukan hanya tentang bagaimana mendapatkan uang saja masih banyak hal lain yang perlu di pikirkan.
Pada tahun 2007 akhirnya saya memutuskan kuliah dengan jurusan pendidikan, atas pertimbangan keuangan keluarga dan saran dari bapak. Jurusan yang saya pilih adalah pendidikan sejarah, bukan karena suka atau ingin namun lagi-lagi karena saran dari seorang guru "ambil jurusan dengan peminat sedikit, kelak akan lebih mudah dalam mengajar," dan benar-benar sedikit sekali satu angkatan kami ber delapan belas, di tengah perjalanan bertambah empat orang dan berhenti dua orang. Karena sedikit hingga hari ini kami merasa kami adalah keluarga, pada tahun 2011 saya lulus kuliah, masih belum terpikirkan untuk mengajar tetapi bapak menyemangati untuk mengajar, ternyata untuk menjadi seorang guru itu tidak mudah, lebih mudah menjadi pegawai bank.
Pengalaman mengajar saya di mulai pertama kali di SMA N 8 Tasikmalaya sebagai guru PPL, ya sebagaimana guru PPL mungkin peserta didik juga tidak terlalu ngeh dengan saya. Enam bulan lamanya menjajal menjadi seorang guru dan ternyata seru-seru rumit, banyak printilannya. Setelah lulus kuliah saya tidak langsung mengajar dan memilih untuk kerja di bank bukan memilih sebenarnya karena tak ada pilihan lain.
Satu tahun berjalan, saya mulai bosan dengan kegiatan sebagai pegawai bank, ada keinginan untuk mengajar agar ilmu yang di peroleh semasa sekolah tidak mubadzir. Ada seorang teman menawari untuk mencoba peruntungan di Cikampek sebagai seorang guru, keputusan sudah bulat dan akhirnya berangkat meninggalkan pekerjaan sebagai pegawai bank.
Dua minggu di sana ternyata saya tidak seberuntung kawan lainnya saya tidak lantas mendapat sekolah mungkin karena jurusan saya yang pada masa itu jam di setiap sekolah sedikit serta banyak pengajar yang bukan jurusan sejarah mengajar sejarah. Kegelisahan itu tertangkap oleh teman yang kebetulan asli penduduk setempat kemudian ia menawari saya untuk mengajar di sekolah dasar tapi lupa nama sekolahnya apa, hemm ok saya ambil.
![]() |
| Saya dan Murid kelas 3 Foto di ambil oleh S.Wahyudi Yuli |
Mengajar mereka tidak lama hanya satu bulan karena alasan jarak, saya pindak ke sekolah ke dua masih sama di sekolah dasar, lokasinya cukup dekat dengan rumah teman saya sebagai pengajar bahasa inggris, sayangnya tidak sempat berfoto karena waktu itu teman yang biasa memfoto sedang sibuk. sekolah ke dua pun sama tak berlangsung lama kurang lebih satu bulan, ini di karenakan saya di terima dalam program mengajar di darah terpencil SM-3T. Di akhir 2012 saya terbang ke Aceh Timur dengan 30orang lainnya dalam program ini kami para pengajar di tempatkan di daerah-daerah terpencil saat itu saya mengajar di SMPN 2 Rantau Selamat dan SMA S Mentari Alue Kaul.
| Foto bersama Siswa SMP N 2 Rantau Selamat saat mengikuti lomba di Langsa ACTIM Foto Diambil oleh Nanik S |
Sebenarnya masih banyak lagi foto saat mengajar di Aceh Timur namun tahun 2015 laptop dan buku catatan di gondol maling akhirnya yang tersisa hanya ini. Selesai tugas selama satu tahun di Aceh Timur saya kembali ke Pulau Jawa, di awal tahun 2014 mengikuti program PPG (Program Profesi Guru) di Universitas Negeri Jakarta selama satu tahun karena di sana ada program PPL juga saya PPL di SMA N 21 Jakarta.
| Kegiatan Belajar mengajar di SMA N 21 Jakarta Saya sedang di awasi oleh Guru Pamong Foto Diambil Oleh Risad Y Sila |
![]() |
| Formasi lengkap siswa dan Pengajar CLC Terusan 2 |
![]() |
| Kegiatan Tambahan mengajari anak-anak usia sekolah dasar membaca menulis dan mewarnai |
![]() |
| Tahun pertama mengajar di Kelas Ahwat Foto Diambil oleh Tsabita |
![]() |
| Tahun ke 2 Menjadi Wali Kelas X IPS 1 |
Dua tahun di MA Husnul Khotimah banyak mengajarkan pengalaman baru terutama mengenai proses belajar santri, ini tahun terakhir mengajar di MA Husnul Khotimah, sekarang saya berada di Garut mangajar disini? bisa jadi jika ia berarti artikel ini masih panjang jalan ceritanya.
sementara ini saya berterimakasih pada siapa saja yang telah mengenal saya dan menjadi peserta didik dalam lembar-lembar catatan saya.
sampai jumpa pada lain kesempatan dan waktu yang berbeda.







Posting Komentar untuk "PENGAJAR BANYAK TEMPAT"