Guru Tampar Murid Karena Rokok? Atau Rokok yang dibiarkan agar Murid ditampar?

 Beberapa waktu ini berseliweran berita tentang peserta didik ditampar oleh guru dan teman-temannya di kelas kejadian ini terjadi di salah satu sekolah yang ada di Kab.Garut. Berita ini sampai dimuat dibeberapa media cetak maupun media Elektronik lokal dan  Nasional. Sekolahpun telah memberi tanggapan terkait hal tersebut. 

Berita ini pertamakali muncul di media idisonline.net berita tersebut juga membawa narasi tentang sikap guru yang melakukan tindakan menampar peserta didik akibat kedapatan merokok dan mengajak siswa lainnya atas kesepakatan kelas untuk menampar. Informasi ini kemudian bergulir seperti bola salju tanpa ada konfirmasi pada pihak sekolah sehingga pihak sekolah sendiri memberi tanggapannya di berita lokal mpginews.id. 

Jika hanya melihat potongan video yang tersebar tentunya tindakan tersebut bukanlah tindakan yang dapat dibenarkan namun hingga hari ini tidak ada satupun media lokal ataupun nasional yang menanggapi prilaku lingkungan merokok di sekitaran sekolah. Jika rokok adalah masalah utamanya bukankah ini juga harus menjadi sorotan agar berita yang disuguhkan berimbang.

Sebenarnya rokok atau penggunaan rokok tersebut telah diatur dalam perundang-undangan namun sedikit sekali orang-orang peduli sehingga ketika masuk pada lingkungan sekolah yang peduli pada hal tersebut seolah-olah sekolah menjadi tempat rehabilitasi bagi perokok yang sama sekali tidak di dukung oleh lingkungan sekitar.

Hal-hal yang juga harus dipertanyakan dalam kasus ini adalah bagaimana peserta didik mendapatkan rokok? apakah orang tua juga mengijinkan anak-anak ini merokok? realita dilapangan rokok dapat dengan mudah di dapat oleh peserta didik di warung-warung kelontong disekitar sekolah bahkan tidak jauh dari sekolah dan sebenarnya masyarakat juga tahu jika anak-anak ini masih sekolah karena masih menggunakan seragam sekolah tapi apa mereka peduli nyatanya tidak. selain itu ada juga orang tua yang memang mengijinkan anak-anaknya untuk meroko karena mereka juga meroko.

Jadi jika benar-benar rokok ini masalah bagi remaja mengapa hanya sekolah yang dibebani untuk melakukan rehabilitasi? bagaimana pihak lain yang dalam UUD juga harus ikut andil dalam hal ini. Saya sendiri pernah menulis mengenai hal ini pada postingan sebelumnya https://wawanhermawan31.blogspot.com/2022/10/membersamai-para-perokok-di-sekolah.html jadi jika memang kita peduli pada peserta didik kita juga jangan membiarkan peserta didik ditampar oleh rokok. 

Jika rokok itu masalah bagi pelajar di bawah umur mari kita fokus pada akar masalah bukan hanya memotong ranting agar rapih tapi juga mencabut akarnya agar bersih. Semoga peraturan mengenai menjual rokok pada anak dibawah umur lebih diperketat, serta aturan mengenai merokok di ranah publik juga tidak hanya di terapkan di kota-kota tapi hingga sampai pada pedesaan juga.

Wawan Hermawan
Wawan Hermawan Manusia dari planet bumi, NgeBlog karena ingin.

Posting Komentar untuk "Guru Tampar Murid Karena Rokok? Atau Rokok yang dibiarkan agar Murid ditampar?"