PENDAKIAN GUNUNG PAPANDAYAN

W.Hermawan- Januari 2019 libur sekolah tiba saatnya mendaki, kali ini saya mengajak adik saya untuk kedua kalinya dalam mendaki, setelah berselancar akhirnya saya memilih pendakian ringan Gunung Papandayan. 

Berangkat menggunakan sepedah Motor dari Banjar Patroman Jawa Barat menuju Garut kurang lebih empat jam perjalanan. Kami hanya berdua saja, melatih kemandirian adik sendiri dengan mengajaknya naik Gunung.

Sampailah kami di Gunung Papandayan dengan bantuan google maps. Biaya untuk pendakian dan rekreasi berbeda jauh, jadi di sini kita di hitung berapa malam akan menginap, 1 orang dikenakan biaya Rp. 50.000.-/hari, dan biaya parkir Rp10.000.-. Jika hanya ingin mandi di air panas biaya masuknya lebih Murah yaitu Rp.20.000.- Gunung Papandayan termasuk gunung yang ramah untuk pendaki pemula dengan track yang tidak terlalu sulit, namun di sini lebih mirip Buper (Bumi Perkemahan) karena memang tidak ada puncak.

Setelah masuk pintu pendakian kita akan di suguhkan jalan aspal kurang lebih 100m kemudian selanjutnya jalan batu, bau belerang sudah mulai menyengat, tenang di Papandayan banyak sekali toilet umum bahkan hingga tempat berkemah, dan jangan heran dengan sepedah motor yang berseliweran, karena track ini juga banyak dilalui warga setempat untuk menuju kebun mereka atau menambang Belerang.

Jalan Beraspal 
Memasuki jalan berbatu

Sampailah kami di persimpangan, Pos 1 dari sini saya salah mengambil jalur karena waktu itu pos sedang ramai saya pikir itu warung, jadi karena tidak ada keperluan akhirnya saya dan adik saya memutuskan mengambil jalur kiri. Setelah 15 menit mendaki, saya mulai di liputi rasa aneh ko ada tangga? ternyata ini adalah jalur turun tapi tak apa besok kita putar balik saja, tak ayal kami langsung sampai hutan matinya papandayan. Ini Spot terbaik untuk Swa Foto dan berfoto ria.





Setelah melewati track ini kalian akan di suguhkan dengan padang Edelwises indah dan menyejukan. Selanjutnya ada pos untuk mendirikan tenda, jangan Khawatir jika mendaki pada musim kemarau atau libur ada tukang dagang ko hehe air banyak toilet juga cukup bersih. Tapi hati-hati ada babi simpan makanan dengan baik.

Edelwises yang indah jangan di petik ya.
Selanjutnya tinggal mendirikan tenda, oh ia untuk sampai ke lokasi ini dari pintu gerbang pendakian hanya butuh waktu 30 menit, bisa kurang tergantung sikon tubuh, sebagai informasi saat pendakian tubuh saya beratnya 80kg dan beban tas 15kg bisa ko 30 menit hehe.

Tenda telah berdiri
Oh ia satu lagi jika sedang musim kemarau hati-hati banyak ulat. Setelah beberapa menit tenda berdiri ada tiga orang datang menghampiri kami mereka juga pendaki, mereka berasal dari bandung, sayangnya waktu itu saat berfoto dengan mereka tidak menggukanan gawai saya jadi saya tidak sempat memiliki foto mereka. Sebenarnya saya sudah memberikan no untuk mengirim foto melalui WA tapi sampai artikel ini di tulis belum juga ada atau mungkin no saya hilang. Lanjut tentang mereka, tiga orang tadi terdiri dari satu orang dewasa dan dua anak muda, mereka sudah bermalam 1 hari tapi tidak di tempat ini dan mereka bercerita tempat lain yang menurut mereka lebih bagus untuk berfoto di pagi hari nanti.

Akhirnya saya mengikuti saran mereka dan pindah ketempat yang pemandangannya lebih bagus untuk berfoto. Satu orang dewasa tadi sudah sangat mengenal area ini ia sudah beberapa kali ke Papandayan, dia bercerita kalau dulu Papandayan tidak seperti ini, semenjak di tetapkan menjadi wilayah konserfasi jadi ada beberapa tempat yang dilarang untuk di kunjungi.


Makanan di gantung supaya tidak dimakan hewan



Teman kami yang mengarahkan ke lokasi ke dua





Putar jalan.
Semalam kami bercerita dan menikmati makanan, tepatnya makanan mereka, karena saya dalam setiap pendakian tidak pernah bawa lebih makanan, menyesuaikan dengan kondisi berat badan. Kami akhirnya pulang dengan memutar jalan yang kemarin jalan mendaki kami buat jalan pulang.

Terimakasih Papandayan.
Wawan Hermawan
Wawan Hermawan Manusia dari planet bumi, NgeBlog karena ingin.

Posting Komentar untuk "PENDAKIAN GUNUNG PAPANDAYAN"