,

E-BOOK UNTUK ANAK (MEMANFAATKAN HP/GAWAI AGAR LEBIH BERMANFAAT)

 Hallo orang tua Indonesia yang sedang khawatir karena anak-anaknya terus bermain Gawai. Apalagi yang mereka putar hanya video-video youtube atau seharian bermain game. Sudah banyak cara mengganti gadget dengan hal menarik namun mereka masih teringat dengan gawainya. Memisahkan anak-anak dengan gadget memang usaha yang sangat sulit terutama bagi orangtua yang memiliki kesibukan yang luar biasa. 

Mengambil gawai secara paksa malah menjadi problema tersendiri, si anak malah menjadi misalnya mogok makan atau melakukan gerakan tutup mulut. Nah kali ini saya mencoba berbagi bagaimana memanfaatkan gawai menjadi sumber bacaan dan totontonan bermanfaat sehingga gawai dijadikan vaksin tidak mengamputasinya secara langsung.

Sebenarnya pemerintah Indonesia memiliki perpustakaan menarik yang isinya banyak bacaan anak-anak dari tingkat Paud sampai jenjang SMA,  kerennya lagi perpustakaan ini tidak hanya menyimpan Ebook di situs ini ada juga video menarik yang cocok untuk anak-anak selain itu ebook juga di sesuaikan dengan keanegaragaman budaya Indonesia.

Klik Gambar untuk pergi ke situs


Tampilan buku model flip





Pilhan Format ada Audio dan Video


Contoh Koleksi Buku


Selamat mencoba semoga memudahkan orang tua dalam mencari bacaan menarik untuk anak-anaknya salam Literasi...

Continue reading E-BOOK UNTUK ANAK (MEMANFAATKAN HP/GAWAI AGAR LEBIH BERMANFAAT)

Guru Tampar Murid Karena Rokok? Atau Rokok yang dibiarkan agar Murid ditampar?

 04/Mar/2023 Beberapa waktu ini berseliweran berita tentang peserta didik ditampar oleh guru dan teman-temannya di kelas kejadian ini terjadi di salah satu sekolah yang ada di Kab.Garut. Berita ini sampai dimuat dibeberapa media cetak maupun media Elektronik lokal dan  Nasional. Sekolahpun telah memberi tanggapan terkait hal tersebut. 

Berita ini pertamakali muncul di media idisonline.net berita tersebut juga membawa narasi tentang sikap guru yang melakukan tindakan menampar peserta didik akibat kedapatan merokok dan mengajak siswa lainnya atas kesepakatan kelas untuk menampar. Informasi ini kemudian bergulir seperti bola salju tanpa ada konfirmasi pada pihak sekolah sehingga pihak sekolah sendiri memberi tanggapannya di berita lokal mpginews.id. 

Jika hanya melihat potongan video yang tersebar tentunya tindakan tersebut bukanlah tindakan yang dapat dibenarkan namun hingga hari ini tidak ada satupun media lokal ataupun nasional yang menanggapi prilaku lingkungan merokok di sekitaran sekolah. Jika rokok adalah masalah utamanya bukankah ini juga harus menjadi sorotan agar berita yang disuguhkan berimbang.

Sebenarnya rokok atau penggunaan rokok tersebut telah diatur dalam perundang-undangan namun sedikit sekali orang-orang peduli sehingga ketika masuk pada lingkungan sekolah yang peduli pada hal tersebut seolah-olah sekolah menjadi tempat rehabilitasi bagi perokok yang sama sekali tidak di dukung oleh lingkungan sekitar.

Hal-hal yang juga harus dipertanyakan dalam kasus ini adalah bagaimana peserta didik mendapatkan rokok? apakah orang tua juga mengijinkan anak-anak ini merokok? realita dilapangan rokok dapat dengan mudah di dapat oleh peserta didik di warung-warung kelontong disekitar sekolah bahkan tidak jauh dari sekolah dan sebenarnya masyarakat juga tahu jika anak-anak ini masih sekolah karena masih menggunakan seragam sekolah tapi apa mereka peduli nyatanya tidak. selain itu ada juga orang tua yang memang mengijinkan anak-anaknya untuk meroko karena mereka juga meroko.

Jadi jika benar-benar rokok ini masalah bagi remaja mengapa hanya sekolah yang dibebani untuk melakukan rehabilitasi? bagaimana pihak lain yang dalam UUD juga harus ikut andil dalam hal ini. Saya sendiri pernah menulis mengenai hal ini pada postingan sebelumnya https://wawanhermawan31.blogspot.com/2022/10/membersamai-para-perokok-di-sekolah.html jadi jika memang kita peduli pada peserta didik kita juga jangan membiarkan peserta didik ditampar oleh rokok. 

Jika rokok itu masalah bagi pelajar di bawah umur mari kita fokus pada akar masalah bukan hanya memotong ranting agar rapih tapi juga mencabut akarnya agar bersih. Semoga peraturan mengenai menjual rokok pada anak dibawah umur lebih diperketat, serta aturan mengenai merokok di ranah publik juga tidak hanya di terapkan di kota-kota tapi hingga sampai pada perkotaan juga.

Continue reading Guru Tampar Murid Karena Rokok? Atau Rokok yang dibiarkan agar Murid ditampar?

Polisi Tidur


 Sepulangnya Mamat jalan-jalan dengan anaknya mengendarai sepedah motor, ia malah membawa muka kusut tidak seperti biasanya sumringah, rutinitas sepeerti ini tidak pernah menjadi masalah sebelumnya.

"ada apa?" tanya Lastri mencoba menangkap arti dari rona wajah Mamat

"ini kenapa di Perum jadi banyak gajlugan (Polisi Tidur), mana asal-asalan lagi buatnya bahaya dan juga mengganggu!!" seharian mood Mamat  rusak karena polisi tidur tadi, dalam pikirannya Polisi Tidur tidak bisa dibuat asal-asalan bahkan ketentuan seperti ini menurutnya diatur sedemikian rupa oleh orang mengerti.

"mungkin orang-orang punya alasan kenapa membuat itu." timpal istrinya

"nih," Mamat  menyodorkan kunci seraya tanda agar sang istri mencobanya. 

Lastri pun membawa muka yang sama seperti mamat, Polisi tidur ini berjumlah 11 dengan dua diantaranya dibuat rapat sekali, dibuat hanya dalam waktu semalam saja seperti apa yang dilakukan Bandungbondowoso, apakah ada Roro Jongrang di balik semua ini?.

"pak Coba tanya pak RT tujuan polisi tidur sebanyak itu untuk apa,?"

"ia sudah kurencanakan sore nanti, apa tujuannya atau atas pesanan siapa."

Sore telah tiba Mamat membawa kekesalan rumah tangganya kehadapan Pak RT,

"Pak RT kenapa Jadi banyak Gajlugan, polisi tidur di komplek ini? ini hasil Musyawarah atau permintaan seseorang?"

"jadi begini, polisi tidur ini dibuat atas inisiatif bapak-bapak yang sering nongkrong dan Ronda tujuannya untuk melindungi anak-anak yang sering bermain di jalan, ya kadang anak-anakan tidak bisa terawasi."

Jawaban ini tidak membuat hati Mamat Puas namun mamat memilih pulang dan tidak memperpanjang pembicaraan mereka menurutnya percuma toh cara berpikirnya saja sudah tidak jelas.

"gimana pak? apa jawaban pak RT?"

"itu katanya buat ngejagain anak-anak yang sering main dan mondar mandir di jalan, bingung mau jawab apa toh percuma di jawabpun bukanya jalan memang di gunakan untuk umum sedangkan mainnya anak-anak itu tanggung jawab orang tuanya masa ia anak-anak main dijalan jalannya yang di rusak,"

"loh kok gitu logikanya?"

"entah lah bu, kadang orang-orang bermusyawarah dan bermupakat atas dasar banyak bukan atas dasar tepat, alasan lainya katanya banyak yang ngebut juga dijalanan lah bukannya kondisi jalan tersebut menanjak dan membutuhkan tenaga yang cukup agar kendaraanya naik, ah sudahlah kurelakan saja timbang keluarga kita yang ikutan gak waras,"

"sulit memang perumahan sekarang tidak seperti perumahan jamanku kecil, kalau dulu perumahan identik dengan sikap individualnya namun tetap saling menghargai dan memahami satu dengan lainnya, sekarang sepertinya sudah sulit perumahan seperti itu. banyak orang-orang yang nongkrong dengan alasan kekeluargaan tapi sebenarnya mengenggu, apalagi semenjak ada perumahan subsidi orang yang mengisi perumahan semakin beragam. belum lagi yang menjadikan rumah subsidi Investasi"

"ya sudah lah bu, jaman memang cepat berubah, sebenarnya masih ada perumahan seperti itu tapi kita belum sanggup untuk tinggal dan membeli perumahan dengan jenis itu muaaahalll sudahlah kita terima saja suka-suka mereka,"

"ia aku sudah pasrah, masalahnya rumah Pak RT beda jalur dengan rumah kita dan jalan ke rumah dia gak dibangun polisi tidur kan jadinya gak bisa ngerasain betapa nikmatnya polisi tidur hehe,?

beberapa hari ke depan polisi tidur bertambah  dua namun di buat menggunakan bahan lebih baik, bersama dengan itu anak-anak memilih pindah tempat bermain tidak lagi di jalan kini mereka memilih bermain di masjid.

Continue reading Polisi Tidur