Judul di atas bukan untuk mengomentari sistem ponpes atau membahas satu persatu kasus tewasnya santri-santri tersebut. Judul tadi berseliweran beberapa bulan terakhir di beberapa media elektronik maupun cetak, namun kali ini saya hanya ingin berbagi sudut pandang lain yang juga terbentuk dari pengalaman langsung sebagai yang pernah mengajar di pondok modern.
Sampai hari ini saya masih beranggapan jikan konsep pondok pesantren adalah konsep yang baik untuk membentuk karakter. Namun dari beberapa kasus santri yang meninggal tadi terdapat pola yang sama yaitu penganiyayaan yang dilatarbelakangi oleh tindakan indisipliner. Dari kata indispipliner ada tindakan melanggar aturan, namun aturan seperti apa hingga harus nyawa sebagai taruhannya?. itu hanya ponpes masing-masing yang bisa menjawab karena setiap tempat berbeda.

Indisipliner sendiri menurut KBBI tidak patuh pada peraturan, berarti ada proses terjadi dalam mendisiplinkan. Proses pendisiplinan ini dilakukan rata-rata oleh santri senior atas ijin dari para pengajar namun sekali lagi kata disiplin seperti senjata api, jika jatuh di tangan yang tidak tepat maka penggunaanya juga akan salah. Apakah santri-santri senior ini paham betul dengan disiplin atau kegiatan pendisiplinan? biasanya aturan itu tidak mengatur secara terperinci tentang hukuman yang harus diberlakukan pada para indisipliner jika terperincipun yang memahami betul tentang aturan ini adalah para pengajar sebagai manusia dewasa. Lalu bagaimana tindakan penganiyayaan ini terjadi? oknum santri yang malakukan tindakan penganiayayaan ini tentunya memiliki rool model yang juga ia lihat sebelumnya, siapa mereka? orang dewasa dari rentang 18- 40.
Sudah saatnya orang dewasa lebih bijak dalam memberikan perintah disiplin pada mereka anak-anak usia remaja 13-18 tahun karena disiplin akan menjadi senjata api berbahaya di tangan yang salah. Jangan salahkan ungkapan disiplinnya tapi siapa yang memegang kata disiplin tersebut. Jangan sampai remaja-ramaja ini tumbuh dewasa dengan kebiasaan disiplin = keras dan berdarah-darah, sehingga membenarkan tindakan ini sebagai prilaku wajar, seperti ungkapan yang mungkin sering kita dengar "ah anak jaman sekarang lemah dulu saya bla...bla...bla" padahal yang hari ini lahir dan tumbuh itu hasil dari pendidikan masa lalu yang belum tepat sehingga lahirlah mereka.
Wawan Hermawan
Manusia dari planet bumi, NgeBlog karena ingin.
Posting Komentar untuk "MENINGGALNYA SANTRI DI PONPES"