Berpikir Sejarah

W.Hermawan - Sejarah memiliki arti kata tersendiri di setiap Negara namun hal penting dalam kajian sejarah dimanapun sama, tiga unsur penting yang menjadi kajian sejarah dan ketiganya tidak dapat dipisahkan adalah Manusia, Ruang dan Waktu. Beberapa kesalahan terjadi dari sekian banyak orang ketika mencoba membaca sejarah adalah mereka lupa jika Ruang dan waktu menjadi penting saat membaca kembali peristiwa sejarah masa lalu. Mengapa demikian? Ruang dan waktu dapat membentuk sifat manusia Sifat-sifat alamiah ini tentunya akan berbeda seiring waktu manusia hidup sebagai contoh sederhana kita dapat membandingkan kehidupan masa lalu dengan masa kini namun tidak dapat menyamakannya secara persis selain ruang yang telah berubah waktunya juga tidak akan terulang.

Dalam memandang peristiwa sejarah kita di arahkan untuk Kronologis, atau sesuai urutan waktu, urutan waktu ini amatlah penting dalam memahami peristiwa sejarah jika salah menyusun maka butir fuzzle tersebut akan mempengaruhi secara keseluruhan gambar akhirnya. Jika pembaca peristiwa sejarah tidak memperhatikan hal ini secara serius maka kesimpulan yang di peroleh akan kacau, hal ini biasa disebut dengan anakronisme. Dibalik sebuah peristiwa sejarah banyak hal yang akan ikut terkait, baik kondisi sosial, ekonomi, politik, Geografis, Pendekatan pendekatan seperti ini dikenal dengan istilah Sinkronik dimana pembahasan sejarah akan sangat berkaitan dengan Ruang.

Jadi dalam memahami peristiwa sejarah tidak dapat dibaca dengan kosong, harus juga diperhatikan hal lainnya di saat peristiwa tersebut terjadi. setelah Sinkronik ada istilah Diakronik, Istilah ini lebih tepat untuk menjelaskan mengenai bagaimana kita memandang suatu peristiwa sebagai bentuk kausalitas hal ini menunjukan suatu peristiwa tidak akan berdiri kecuali ada peristiwa penting lainnya inilah yang dinamakan dinamika waktu dalam sejarah, dari cara berpikir diakronik pembaca di ajarkan bijaksana menerima hal - hal yang dapat menjadi bukti adanya peristiwa tersebut jadi Diakronik memandang kegiatan manusia sebagai bentuk dinamis.

Jika kita telah memahami betul bagaimana peristiwa tersebut terjadi, dengan menerapkan cara berpikir tadi, pembaca akan bijaksana dalam memahami peristiwa sejarah. Peristiwa sejarah bukan bahan perdebatan namun seperti ilmu lainnya ini perlu di uji dan di buktikan jika terdapat bukti baru yang menggugurkan bukti lama peristiwa sejarah dapat berubah mengikuti bukti yang ada. Sejarah tidak akan terulang namun bentuk pengulangannya dapat kita lihat dari gejala-gejala yang pernah terjadi di masa lalu.

Selamat menjadi pembaca Sejarah yang bijak dalam memandang suatu peristiwa.

Kuningan 2020
Wawan Hermawan
Wawan Hermawan Manusia dari planet bumi, NgeBlog karena ingin.

Posting Komentar untuk "Berpikir Sejarah"