Berpikir Sejarah
Dalam memandang peristiwa sejarah kita di arahkan untuk Kronologis, atau sesuai urutan waktu, urutan waktu ini amatlah penting dalam memahami peristiwa sejarah jika salah menyusun maka butir fuzzle tersebut akan mempengaruhi secara keseluruhan gambar akhirnya. Jika pembaca peristiwa sejarah tidak memperhatikan hal ini secara serius maka kesimpulan yang di peroleh akan kacau, hal ini biasa disebut dengan anakronisme. Dibalik sebuah peristiwa sejarah banyak hal yang akan ikut terkait, baik kondisi sosial, ekonomi, politik, Geografis, Pendekatan pendekatan seperti ini dikenal dengan istilah Sinkronik dimana pembahasan sejarah akan sangat berkaitan dengan Ruang.
Jadi dalam memahami peristiwa sejarah tidak dapat dibaca dengan kosong, harus juga diperhatikan hal lainnya di saat peristiwa tersebut terjadi. setelah Sinkronik ada istilah Diakronik, Istilah ini lebih tepat untuk menjelaskan mengenai bagaimana kita memandang suatu peristiwa sebagai bentuk kausalitas hal ini menunjukan suatu peristiwa tidak akan berdiri kecuali ada peristiwa penting lainnya inilah yang dinamakan dinamika waktu dalam sejarah, dari cara berpikir diakronik pembaca di ajarkan bijaksana menerima hal - hal yang dapat menjadi bukti adanya peristiwa tersebut jadi Diakronik memandang kegiatan manusia sebagai bentuk dinamis.
Jika kita telah memahami betul bagaimana peristiwa tersebut terjadi, dengan menerapkan cara berpikir tadi, pembaca akan bijaksana dalam memahami peristiwa sejarah. Peristiwa sejarah bukan bahan perdebatan namun seperti ilmu lainnya ini perlu di uji dan di buktikan jika terdapat bukti baru yang menggugurkan bukti lama peristiwa sejarah dapat berubah mengikuti bukti yang ada. Sejarah tidak akan terulang namun bentuk pengulangannya dapat kita lihat dari gejala-gejala yang pernah terjadi di masa lalu.
Selamat menjadi pembaca Sejarah yang bijak dalam memandang suatu peristiwa.
Kuningan 2020
Posting Komentar untuk "Berpikir Sejarah"