SEMANGAT ASKETISME DALAM BERPOLITIK

SEMANGAT ASKETISME DALAM BERPOLITIK
Oleh : Wawan Hermawan
Gonjang ganjing perpolitikan akhir-akhir ini sedang sibuk mencari sosok yang pantas tampil dalam laga merebutkan kursi kekuasaan baik di tingkat daerah maupun pusat. Sehingga setiap elemen masyarakat ikut sibuk meracik pikiran mereka untuk menuangkannya ke dalam bentuk dukungan terhadap sosok pilihan mereka. Memanfaatkan akses informasi di jaman ini, semua orang mampu menuangkan pikiranya ke dalam bentuk opini public melalui media sosial. Beragam tema telah digelorakan ke ranah public untuk kemudian mendorong opini public pada bentuk kelompok tertentu, bagi sebagian orang yang tidak ingin repot tentunya akan mudah terpengaruh kemudian membeo pada apa yang menjadi konsumsi public saat ini.
Banyak golongan yang kini muncul ke public baik itu kaum hijau maupun kaum dengan symbol lainnya. Tokoh-tokoh tersebut dimunculkan bukan tanpa alasan, selain faktor elektabilitas mereka sedang meroket ada juga karena karir mereka sebagai kepala daerah sebelumnya boleh dikatakan berhasil. Namun jauh dari pada itu tentunya tidak sedikit juga masyarakat mengomentari elit politik saat ini yang sedang berada di panggung politik. Banyak faktor yang dapat menjatuhkan mereka salah satunya adalah bagaimana mereka menonjolkan keseharian mereka dihadapan masyarakat umum, masyarakat akan menilai dari apa yang mereka lihat terlebih dahulu kemudian mengomentari permasalahan lainnya. Simbol-simbol kemewahan yang kemudian ditampilkan keranah public saat mereka menjabat tentunya akan menjadi sorotan bagi banyak masyarakat umum dan hal seperti demikian tadi memberikan gambaran buruk bagi instansi yang saat ini sedang ia jabat ataupun partai pengusung mereka.
Kita tidak boleh hanya melihat sosok secara pribadi, sumbangsih partai pengusung cukup besar dalam andil pengambilan kebijakan nantinya. Sehingga ketika memandang partai pengusung kita juga harus memperhatikan benar apa yang ada di dalamnya. Kecenderungan partai politik saat ini adalah bagaimana keberlangsungan partainya saat pereka tampil sebagai pemenang atau saat pereka menjadi pihak yang kalah, bukan bagaimana mereka kembali kepada masyarakat sebagai barometer politik.  Tujuan dari perhelatan politik yang di adakan dalam kurun waktu lima tahun sekali adalah kembali untuk masyarakat bukan terpilih dan terkuat. Saat mereka yang duduk sebagai wakil rakyat malah ditakuti berarti ada yang salah dalam model politik saat itu, atau sebaliknya jika wakil rakyat telah luntur wibawanya itu juga bukan berarti benar.
Jika mereka yang mengemudikan panggung politik hanya mempertontonkan kekayaan dan kemegahan itu berarti telah mencederai rakyat yang berjuang dan terseok-seok untuk berdiri di tanahnya sendiri dari gempuran neo kolonialisme. Jauh sebelum negara ini memproklamirkan diri para pejuang kemerdekaan telah mengajarkan kita tentang kesederhanaan dalam berpolitik dan mempertontonkan keluhuran budipekerti serta pengorbanan tanpa pamrih sedikitpun. Kerinduan kita saat ini tentunya hadir sosok seperti para founding father terdahulu, dimana kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi mereka. Kemudian tujuan dari golongan-golongan hanya untuk kepentingan rakyat bukan kembali untuk kantong-kantong kelompok mereka.
Bagaimana para pendahulu kita sebenarnya mengajarkan bagaimana berpolitik namun telah banyak dilupakan, sehingga timbul cara-cara baru yang hanya mementingkan kepentingan pribadi dan kelompoknya masing-masing. Tidak akan ada persatuan yang utuh jika para elit politik masih bertikai pada dasar siapa menang dan siapa kalah bukan pada siapa mereka kembali. Jika para elit telah mempertontonkan tontonan seperti itu bagaimana rakyat menentukan pilihan selain terus berprasangka. Kini tugas mereka kaum terpelajar memberikan pengajaran mengenai menyederhanakan penampilan dan meninggikan pikiran agar rakyat kemudian mencontoh, rakyat bukan hanya rindu politisi dengan kepribadian sederhana serta rela berkorban rakyat juga rindu kaum intelektual kembali dan berbaur dengan rakyat, bukan benjadi bilah pada sisi mata uang lainnya.

Wawan Hermawan
Wawan Hermawan Manusia dari planet bumi, NgeBlog karena ingin.

Posting Komentar untuk "SEMANGAT ASKETISME DALAM BERPOLITIK"