SEKOLAH?
![]() |
W-HERMAWAN - Sekolah
telah menjadi keseharian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia
modern, setiap orang telah meyakini bahwa dengan mereka pergi ke sekolah masa
depan yang lebih baik akan mereka peroleh termasuk ilmu baru mengenai kehidupan.
Namun tidak sedikit juga manusia yang kurang memahami pentingnnya sekolah dan
pendidikan lebih luasnnya, dalam arti sebenarnnya pendidikan adalah usaha sadar
terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta
didik secara aktif mengembangkan potensi dirinnya memiliki kekuatan spiritual
serta keterampilan untuk mengembangkan segala potensi diri yang dimilikinnya,
usaha sadar terencana ini di wujudkan dalam bentuk sekolah-sekolah sebagaimana
pemerintah bertanggung jawab akan proses keberlangsungannya.
Pendidikan
merupakan proses yang panjang dan dilalui oleh setiap manusia sejak mereka
lahir, namun untuk mewujudkan pendidikan seuai harapan tidak mudah di wujudkan karena
memerlukan kerjasama dari berbagai pihak, untuk mengembangkan potensi seseorang
kita perlu melatihnnya terus menerus agar potensi tersebut mampu membuatnnya
bertahan hidup sebagaimana manusia lainnya.
Kenyataannya
tidak sedikit orang-orang bingung untuk apa mereka sekolah?, ketika mereka
terus menerus dicekoki pelajaran yang mereka anggap tidak penting dan berguna
bagi kehidupan mereka nantinnya, seperti apa yang pernah ditanyakan oleh
peserta didik saya di daerah perbatasan terluar negeri ini, ketika itu murid
saya bertannya kenapa kita harus belajar matematika sebanyak ini bukannya nanti
kita hanya menggunakan tambah, kurang, dan kal?, pertannyaan yang cukup brilian
untuk umur mereka keyakinan tersebut tidak terbentuk dengan sendirinya banyak
pertimbangan yang telah ia lakukan sehingga ia berkesimpulan seperti itu.
Ketika saya balik bertannya kepada mereka apa tujuan kalian pergi kesekolah,
jawaban yang singkat serta padat “agar menjadi pintar!” saya meyakini konsep
pintar dalam setiap orang pastinnya berbeda-beda tergantung bagaimana awal
mereka mengenal arti pintar yang di ajarkan orang tuannya sehingga mereka
merekam arti pintar itu dalam otak masing-masing, kembali pada pertannyaan tadi
sebenarnnya untuk apa mempelajari matematika serumit ini ketika kita menyadari
bahwa setiap manusia tidak di takdirkan semulus yang ia inginkan tentunnya
latihan-latihan keluar dari kesulitan perlu dilakukan, itulah salah satu
kegunaan pendidikan dan sekolah musti sadar akan konsep tersebut, anggap setiap
pelajaran yang sulit adalah ujian awal sebelum mereka kembali pada ujian
sesungguhnnya dalam kehidupan nyata dan bertahan hidup, bersaing dengan yang
lainnya.
Mengenal Proses
Proses
yang tadi dijelaskan tentunnya perlu di ciptakan agar manusia tidak mudah putus
asa dan terlena dengan kemudahan yang mereka peroleh karena hal-hal tersebut
dapat menghilang seketika. Bagaimana mewujudkan semua itu, jika kita berbicara
mengenai pendidikan sebenarnnya setiap Individu bertanggung jawab atas apa yang
ada dilingkungannya kita tidak bisa menyalahkan si Polan yang di anggap nakal
tanpa kita melihat bagaimana diri kita memperlakukan orang tersebut.
Sebagian
orang mengangap pendidikan merupakan tanggung jawab pemerintah padahal semenjak
manusia hadir ke bumi ia telah melaksanakan pendidikan dan pendidikan yang
paling awal di terima manusia adalah pendidikan keluarga hingga masannya ia
berada dan berbaur di lingkungan, tidak ubahnnya rantai yang saling terkait
begitulah proses pendidikan berlangsung secara terus menerus sebelum ajalnnya
datang.
Perlu
kita sadari bersama peranan keluarga dalam pendidikan setiap individu begitu
penting lalu dari mana kita memulai? Keluarga seperti apakah yang harus di
ciptakan. Namun di masyarakat pertannyaan itu sepertinnya kurang di minati
ketimbang setelah lulus sekolah mau jadi apa, percuma jika sekolah tinggi tidak
menjadi apa-apa, pernyataan-pernyataan seperti itu lebih sering kita temukan di
lingkungan sekitar alih-alih menciptakan keluarga yang sadar mengenai
pendidikan malah menjadi keluarga yang menagih janji pendidikan yang diwujudkan
dalam bentuk sekolah.
Sebagai seorang guru sudah seharusnnya saya
bertannya apa cita-cita peserta didik saya, jika hal itu ditanyakan di
sekolah-sekolah perkotaan mungkin jawabannya akan berbeda-beda menajdi dokter,
guru, serta profesi lainnya yang mereka anggap memiliki gengsi tersendiri.
Tidak dengan peserta didik saya di sini ketika mereka berbicara seperti itu
mereka pasti menganggapnya terlalu berlebihan terlapas usia mereka yang telah
memasuki kepala dua, dan baru mengecap Sekolah Menengah Pertama (SMP) lalu untuk
apa?, dari merekalah akan lahir generasi-generasi baru yang harus jaul lebih
baik dari mereka karena mereka telah belajar dengan baik, ketika di
sederhanakan cita-cita mereka adalah menjadi orang tua yang lebih baik dari
orang tua mereka itu merupakan bentuk awal selogan yang harus menjadi landasan
kedepan lebih baik.
Stabilitas
Negara, akan tercipta dari kesadaran public yang terlatih terus menerus,
tentunnya di awali dari pintu rumah kita masing-masing kita tidak boleh lupa
sebagai mahluk hidup yang di takdirkan oleh Tuhan menikah dikaruniai keturunan,
perlu juga sadar sebagaimana kita menjaga keturunan dengan baik. Kerjasama
kedua belah pihak dalam mendukung pendidikan yang baik tentunnya akan
menciptakan kualitas bangsa yang semakin bermartabat, karena pendidikan bukan
proses Instan namun perlu dilatih terus menerus sebagai mana saya meyakini
bahwa proses itu lebih penting karena akan mempengaruhi kesempurnaan hasil yang
dicapai. Ketika semua orang mendambakan hasil yang baik tanpa mau melalui
proses yang ada makan yang terjadi Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme, karena
manusia-manusia tersebut tidak terlatih menyelesaikan soal-soal sulit dengan
menemukan jalan terbaik tetapi memperoleh jawaban tercepat bagaimanapun
carannya.
Pemerintah
mewujudkan pendidikan dengan mendirikan sekolah-sekolah dan pusat-pusat belajar
lainnya keluarga menciptakan pendidikan dengan menyadarkan anak-anaknnya bahwa
sekolah adalah salah satu proses yang harus dilalui semasa hidup, karena
kehidupan tidak menuntut kita menjadi apa-apa tetapi kita yang menentukan akan
menjadi apa.
Sabah-Malaysia
CLC Terusan 2
W.Hermawan

abah
BalasHapus