SEKOLAH?

UNTUK APA SEKOLAH?
W-HERMAWAN - Sekolah telah menjadi keseharian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia modern, setiap orang telah meyakini bahwa dengan mereka pergi ke sekolah masa depan yang lebih baik akan mereka peroleh termasuk ilmu baru mengenai kehidupan. Namun tidak sedikit juga manusia yang kurang memahami pentingnnya sekolah dan pendidikan lebih luasnnya, dalam arti sebenarnnya pendidikan adalah usaha sadar terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinnya memiliki kekuatan spiritual serta keterampilan untuk mengembangkan segala potensi diri yang dimilikinnya, usaha sadar terencana ini di wujudkan dalam bentuk sekolah-sekolah sebagaimana pemerintah bertanggung jawab akan proses keberlangsungannya.
Pendidikan merupakan proses yang panjang dan dilalui oleh setiap manusia sejak mereka lahir, namun untuk mewujudkan pendidikan seuai harapan tidak mudah di wujudkan karena memerlukan kerjasama dari berbagai pihak, untuk mengembangkan potensi seseorang kita perlu melatihnnya terus menerus agar potensi tersebut mampu membuatnnya bertahan hidup sebagaimana manusia lainnya.
Kenyataannya tidak sedikit orang-orang bingung untuk apa mereka sekolah?, ketika mereka terus menerus dicekoki pelajaran yang mereka anggap tidak penting dan berguna bagi kehidupan mereka nantinnya, seperti apa yang pernah ditanyakan oleh peserta didik saya di daerah perbatasan terluar negeri ini, ketika itu murid saya bertannya kenapa kita harus belajar matematika sebanyak ini bukannya nanti kita hanya menggunakan tambah, kurang, dan kal?, pertannyaan yang cukup brilian untuk umur mereka keyakinan tersebut tidak terbentuk dengan sendirinya banyak pertimbangan yang telah ia lakukan sehingga ia berkesimpulan seperti itu. Ketika saya balik bertannya kepada mereka apa tujuan kalian pergi kesekolah, jawaban yang singkat serta padat “agar menjadi pintar!” saya meyakini konsep pintar dalam setiap orang pastinnya berbeda-beda tergantung bagaimana awal mereka mengenal arti pintar yang di ajarkan orang tuannya sehingga mereka merekam arti pintar itu dalam otak masing-masing, kembali pada pertannyaan tadi sebenarnnya untuk apa mempelajari matematika serumit ini ketika kita menyadari bahwa setiap manusia tidak di takdirkan semulus yang ia inginkan tentunnya latihan-latihan keluar dari kesulitan perlu dilakukan, itulah salah satu kegunaan pendidikan dan sekolah musti sadar akan konsep tersebut, anggap setiap pelajaran yang sulit adalah ujian awal sebelum mereka kembali pada ujian sesungguhnnya dalam kehidupan nyata dan bertahan hidup, bersaing dengan yang lainnya.
Mengenal Proses
Proses yang tadi dijelaskan tentunnya perlu di ciptakan agar manusia tidak mudah putus asa dan terlena dengan kemudahan yang mereka peroleh karena hal-hal tersebut dapat menghilang seketika. Bagaimana mewujudkan semua itu, jika kita berbicara mengenai pendidikan sebenarnnya setiap Individu bertanggung jawab atas apa yang ada dilingkungannya kita tidak bisa menyalahkan si Polan yang di anggap nakal tanpa kita melihat bagaimana diri kita memperlakukan orang tersebut.
Sebagian orang mengangap pendidikan merupakan tanggung jawab pemerintah padahal semenjak manusia hadir ke bumi ia telah melaksanakan pendidikan dan pendidikan yang paling awal di terima manusia adalah pendidikan keluarga hingga masannya ia berada dan berbaur di lingkungan, tidak ubahnnya rantai yang saling terkait begitulah proses pendidikan berlangsung secara terus menerus sebelum ajalnnya datang.
Perlu kita sadari bersama peranan keluarga dalam pendidikan setiap individu begitu penting lalu dari mana kita memulai? Keluarga seperti apakah yang harus di ciptakan. Namun di masyarakat pertannyaan itu sepertinnya kurang di minati ketimbang setelah lulus sekolah mau jadi apa, percuma jika sekolah tinggi tidak menjadi apa-apa, pernyataan-pernyataan seperti itu lebih sering kita temukan di lingkungan sekitar alih-alih menciptakan keluarga yang sadar mengenai pendidikan malah menjadi keluarga yang menagih janji pendidikan yang diwujudkan dalam bentuk sekolah.
 Sebagai seorang guru sudah seharusnnya saya bertannya apa cita-cita peserta didik saya, jika hal itu ditanyakan di sekolah-sekolah perkotaan mungkin jawabannya akan berbeda-beda menajdi dokter, guru, serta profesi lainnya yang mereka anggap memiliki gengsi tersendiri. Tidak dengan peserta didik saya di sini ketika mereka berbicara seperti itu mereka pasti menganggapnya terlalu berlebihan terlapas usia mereka yang telah memasuki kepala dua, dan baru mengecap Sekolah Menengah Pertama (SMP) lalu untuk apa?, dari merekalah akan lahir generasi-generasi baru yang harus jaul lebih baik dari mereka karena mereka telah belajar dengan baik, ketika di sederhanakan cita-cita mereka adalah menjadi orang tua yang lebih baik dari orang tua mereka itu merupakan bentuk awal selogan yang harus menjadi landasan kedepan lebih baik.
Stabilitas Negara, akan tercipta dari kesadaran public yang terlatih terus menerus, tentunnya di awali dari pintu rumah kita masing-masing kita tidak boleh lupa sebagai mahluk hidup yang di takdirkan oleh Tuhan menikah dikaruniai keturunan, perlu juga sadar sebagaimana kita menjaga keturunan dengan baik. Kerjasama kedua belah pihak dalam mendukung pendidikan yang baik tentunnya akan menciptakan kualitas bangsa yang semakin bermartabat, karena pendidikan bukan proses Instan namun perlu dilatih terus menerus sebagai mana saya meyakini bahwa proses itu lebih penting karena akan mempengaruhi kesempurnaan hasil yang dicapai. Ketika semua orang mendambakan hasil yang baik tanpa mau melalui proses yang ada makan yang terjadi Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme, karena manusia-manusia tersebut tidak terlatih menyelesaikan soal-soal sulit dengan menemukan jalan terbaik tetapi memperoleh jawaban tercepat bagaimanapun carannya.
Pemerintah mewujudkan pendidikan dengan mendirikan sekolah-sekolah dan pusat-pusat belajar lainnya keluarga menciptakan pendidikan dengan menyadarkan anak-anaknnya bahwa sekolah adalah salah satu proses yang harus dilalui semasa hidup, karena kehidupan tidak menuntut kita menjadi apa-apa tetapi kita yang menentukan akan menjadi apa. 
Sabah-Malaysia
CLC Terusan 2
W.Hermawan
Wawan Hermawan
Wawan Hermawan Manusia dari planet bumi, NgeBlog karena ingin.

1 komentar untuk "SEKOLAH?"