SELAMAT JALAN SABAH - MALAYSIA
W.Hermawan - Ah,,,akhirnnya selesai juga dua
tahun yang panjang, 14 bulan terkurung dalam ruangan tiga kali empat yang
setiap paginya harus bingung dengan air, listrik, kemudian memilah bahan
pelajaran untuk nanti siang sisannya terpotong liburan dan ruangan indah.
Ruangan yang mengajarkan menunggu, bersabar dan banyak hal lainnya. Jika ada
yang bertanya mengenai 14 bulan tadi, ini aku berikan bukti masih hidup sehat
bahkan makin bullet tapi tentunnya semua itu bukan sekedip aku jalani semuannya
proses. Kehidupan banyak mengajarkan kepada ku tentang proses ya,, ini juga
proses, proses hingga kata dokter sedikit gak waras disenyumin aja walaupun
istri sempet heboh, tapi mau gimana lagi mungkin 14 bulan itu waktu yang boleh
dikatakan cukup lama menulisi almanac supaya segera esok.
![]() |
| Diantar Kawan Seperjuangan yang dipaksa |
Dua tahun tentunnya bukan waktu yang
singkat untuk menuliskan semuannya, tapi seperti biasa otak akan menyimpan
bagian-bagian yang harus disimpan baik itu manis ataupun buruk. Tentang si
bapak yang meminta surat pindah, tapi anaknnya tidak sekolah di situ hal tadi akan
menjadi cerita menarik bagi setiap pertemuan dengan siapa saja, pasti semuannya
akan tertawa terpingkal-pingkal mendengarnya. Hah….semuannya terasa baru
kemarin ku lalui oh ia ada satu lagi cerita menarik yang selalu akan aku
ceritakan tentang si Tuan dungu sok jago atau muridku menyebutnya gumpalan
kentut. Biar aku bercerita langsung tak seru rasannya jika harus kutuliskan
supaya aku bisa memperagakan semuannya.
Kenapa pulang? Kenapa tidak sambung
kontrak, ada banyak hal yang harus ku pertimbangkan salah satunnya adalah
Istri, itu adalah jawaban mutlak yang selalu kuberikan pada siapa saja yang
bertannya lalu mau apa nanti kalau pulang? Jawaban pertama adalah ngecet rumah.
Yup ngecet rumah sisannya akan ku usahan dengan doa.
![]() |
| Kawan NgUPI |
Jagoan-jagoan yang kutinggalkan, ada
banyak hal yang membekas dihatiku tentang mereka, apalagi kalau mendekati mei day
(hari buruh) sekolah sepi mereka adalah manusia-manusia unik yang kurang
piknik. Pintu sekolah saksinnya dengan senyuman gembira mereka akan melambaikan
tangan padaku dari atas truk pengangkut kelapa sawit yang berlaih fungsi
sementara untuk mengangkut manusia. Menjadi pengajar adalah hobbi yang menarik
selain banyak menemukan hal baru akan ada kejutan-kejutan baru disetiap otak
manusia. Kamu pasti belum pernah merasakan kakimu dipeluk oleh anak-anak sampai
susah untuk berjalan dan tanganmu digelayuti karena mereka iri dengan teman
yang tadi, atau melerai gladiator kecil mengikuti gaya sinetron yang ia tonton.
Atau tiba-tiba menjadi manusia super dianggap segala bisa oleh orang-orang baru
dari hal modern hingga hal mistis.
Jika ada pertanyaan apakah ingin
kembali kesana, jawabanku mutlak jika istriku dapat ikut kesana mungkin akan ku
usahakan. Rimbunan pohon kelapa sawit yang sudah mulai gundul karena memang
sudah masa tebang membuat semakin panas untung saja sudah tidak disana,
bayangkan panas-panasan tanpa kipas angin karena listrik tidak ada wow…itu
amazing sekali.
Ceritannya Perpisahan
Kenapa
harus ada acara perpisahan? Keluhku pada Pak Sae, ya karena ini tidak akan
terjadi lagi, dalam hal ini aku sempat ngotot perpisahan itu hanya nyawa
batasannya, jadi tidak perlu ada perayaan-perayaan. Tetapi apa daya sepertinnya
kepulanganku harus dirayakan walaupun aku menolak. Dalam hal ini aku memiliki
jawaban seperti tadi yang ku utarakan pada pak Sae. Ini bukan mengenai hal
filosofis yang harus dimaknai namun waktu yang harus kita hargai karena masih
panjang ah…sudah lah. Akhirnnya aku terjebak.
![]() |
| Ceritanya perpisahan |
![]() |
| Mereka yang ku rindukan |
![]() |
| Pelepasan KJRI Kota Kinabalu Sabah |
![]() |
| Guru dan Alumni CLC Terusan 2 |
BANDARA HINGGA PULANG
Tanggal
25 sampai tanggal 29 tinggal di kota Kinabalu mengurusi surat cancel vissa dan
lain-lain, rasannya Indonesia sudah di depan mata, serta sambut menyambut dari
pihak Konsulat dengan menu Mie Ayam, kenapa ini Mie ayam baru tahu pas mau
pulang ah…mungkin kalau awal-awal bakal jadi makanan andalan, maklum jauh dari
peradaban. Semua berjalan sesuai rencana karena hanya ber 17 jadi ya begitu.
Bandara KK menunggu penerbangan, sambil
menghibur diri mempersilahkan kepada pak Ade untuk menyanyi, hari itu saya di
antar oleh pasangan muda Romi dan embaknya, sebenarnnya bukan diantar saya yang
ingin diantar dan memaksa mereka datang makasih sudah datang ya terpaksa
silahkan kalau tidak pahalanya buat berdua hehe.hari itu bandara cukup sibuk
sampai akhirnnya saya terbang tidak banyak yang dapat saya lihat karena cuaca
cukup buruk film yang di suguhkan pun subtitlenya pake bahasa cina ah terserah,
sudah terasa semakin dekat.
Pukul 21:00 bagian Malaysia saya
tiba bandara Kuala Lumpur, bandara yang sudah saya hafal persis tempatnnya,
bagaimana tidak satu tahun yang lalu saya sempat nyangsang di sini selama dua
hari satu malam, eh malah ketinggalan pesawat pula, sudah begitu mereka yang
salah aku pula yang harus bayar, ini kejam.
Hari
itu bertepatan dengan gelaran moto GP hapir setiap orang yang kutemui pertopi Kuning 46
ya saudara-saudara sekalian tahu lah, saya sampai di ajak nunggu dekat pintu
penerbangan karena pembalap pada mau pulang biar ngeliat lebih deket, dan saya
ngantuk terus tidur, sekarang siapa yang mau lewat mau pembalap GP atau perdana
menteri Malaysia sekalipun mata sudah berat.
![]() |
| Diantar Oleh kang Romi |
Setelah
itu menuju hotel yang telah di tentukan oleh pihak KEMENDIKBUD di Cililitan,
santai sejenak sambil menunggu ramah tamah yang akan dilakukan besok, skip ke
besok aja terima amplop langsung pulang Gambir-Cirebon, ah rumah oh Istri kita
berjumpa juga
“apa
passwordnya?” teriak istriku “Balonku ada lima” jawabku dan gerbang terbuka
kebiasaan keluarga kecil kami kalau satu pergi harus mengantungi password agar
dibukakan pintu.
Malaysia-Indonesia







Ternyata saya ada gambarnya disini
BalasHapushehe ia dong
Hapus