AYO MEMBACA

BUKU BARU
Ladang dengan kesibukannya di pagi hari, membuatku menjadi penonton setia terkadang bosan dengan ritme aktivitas yang sama setiap harinnya, aku tidak mengenal pagi seerat dahulu karena aktivitasku dimulai sejak matahari tepat berada di ubun-ubun. Semua itu bukan mau ku, terkadang aku rindu sibuk seperti dahulu tapi di sini tidak dapat kupaksakan sibuk di pagi hari berarti menyerang lawan dan harus siap dengan amunisinnya. Pilihanku mengalah tapi tetap pada tujuanku mentransfer ilmuku pada bocah-bocah yang ditinggal kerja oleh ayah dan ibunnya saban hari.
Sebenarnnya aku bertugas bukan untuk mengajari anak-anak sekolah rendah karena sesuai surat tugas aku mengajar untuk murid sekolah menengah pertama, dan di lokasiku mengajar sudah ada sekolah HUMANA, namun dari keprihatinan seorang bapak yang anaknnnya tidak bisa baca hingga umurnnya terus merangkak maju aku memberanikan diri. Seperti di awal tadi aku tidak ingin berseteru hanya karena masalah siapa yang salah aku hanya focus pada lubang yang harus ku perbaiki. Tertantang dengan semua itu aku mulai membuat jadwal baru kini hidupku sedikut lebih sibuk. Awal aku membuka kelas sekolah dasar tidak ubahnnya seperti penitipan anak bapak ibunnya tidak mau tahu mengenai proses belajar anak-anaknya, hal terpenting dalam pikiran mereka adalah bagaimana anakya dapat membaca, menulis dan menghitung selebihnnya tergantung kemauan si anak.
Keseharianku mulai penuh dengan mengotak ngatik pikiran menerapkan berbagai metode, agar mereka murid baruku dapat membaca. Bukan mendulang hasil aku malah terbentur tembok dengan waktu hanya tiga jam setiap harinnya mereka  begitu sulit, dengan usia seperti itu seharusnnya mereka telah mengenal aturan cara belajar yang baik.
Tiga bulan pertama aku mencoba memperbaiki tingkah mereka yang hanya mengenal main bagi mereka aku adalah sumber mainan baru dengan model berbeda. Dengan telaten aku mencoba mengimbangi mereka dengan terus menyisipkan pelajaran-pelajaran budi pekerti. Aku memulainnya dari nol bayangkan saja untuk membenarkan ejaan saja tidak cukup 1 bulan ya bocah-bocah mungil itu tidak mengeja seperti orang Indonesia mereka mengenal abjad dengan ejaan bahasa inggris tapi membaca dengan gaya melayu A dibaca E.
Bocah-bocah mungil itu menemui kesulitan ketika mengejah dan mambacannya langsung contohnnya saja mereka tidak dapat membaca AKU tapi EKYU kemudian ketika huruf-huruf tersebut berbenturan lidah mereka terikat dan menubruk suara yang mereka keluarkan lain dan aneh. Tapi jika kau Tanya semangat, mereka juarannya bayangkan pagi mereka harus sekolah di HUMANA siangnya mereka berbondong-bondong menemuiku untuk belajar, jika merka sedang semangat aku dipaksannya memberi PR untuk dikerjakan di rumah.
Terakhir air mataku meleleh tidak terasa satuper satu bocah bocah itu menunjukan kemajuan kini mereka sudah mampu meraba huruf, itu membuatku cukup bangga. Waktu yang lumayan lama hingga ini semua dapat kunikmati. Bulan lalu aku membeli 3 pak buku bacaan sederhana dari dana sekolah, tidak kuduga antusias mereka begitu hebat untuk anak seusia mereka dengan imajinasi yang begitu beragam mereka sangat menggandrungi buku bacaan. Buku baru itu menjadi teman baru bagi mereka setiap istirahat atau sesekali disela-sela belajar ada saja yang mencuri-curi kesempatan mengambil buku bacaan dari rak buku.
Buku baru semangat baru, tetapi mendapatkan buku bacaan dengan konten anak-anak yang berbahasa Indonesia tidak lah mudah, ia karena ini Negara tetangga. Semoga ke depannya mereka dapat merasakan buku-buku baru dengan merdeka di Negara Tercinta Indonesia
Penulis Wawan Hermawan



Wawan Hermawan
Wawan Hermawan Manusia dari planet bumi, NgeBlog karena ingin.

2 komentar untuk "AYO MEMBACA"

  1. Pak Wawan, hati-hati dijalan. Ingatkan saya apabila tak bisa meracik bahagia dan menuntun masa depan mereka di sini. CLC Terusan 2 mengucapkan selamat Hari Raya Idhul Adha...

    BalasHapus
  2. Terima Kasih pak Arif salam rindu

    BalasHapus