"Pertempuran Teluk Cirebon" Sejarah Lokal sebagai Konstruksi Nasional


Sejarah Lokal sebagai  Konstruksi Nasional

"Pertempuran Teluk Cirebon"
Oleh:W.Hermawan

            Setelah Indonesia memiliki kedaulatan, salah satu tugas yang harus segera dipikirkan adalah menyusun sejarah bangsa Indonesia, hal itu dirasa penting karena selama masa kolonialisme bangsa kita hanya mendapatkan bacaan yang bersifat eropa sentries, sehingga membuat kita limbung dalam mencari jatidiri bangsa ini pada masa-masa itu pula Indonesia hanya menjadi catatan-catatan para pelaut eropa ataupun Cina. Indonesia telah melalui dua tahap historiografi, yaitu pada masa kerajaan dan kolonialisme kesemuanya itu belum menggambarkan secara menyeluruh bangsa Indonesia. Seperti halnya Historiografi Tradisional yang masih bersifat Istana Sentris menjadikan tulisan tersebut sangatlah subjektif, sedangkan sejarah yang baik harus di buat Seobjektif mungkin.
Penulis melaksanakan Uji Petik

           Gelombang penulisan pertama kemudian di susun dengan melibatkan banyak sejarahwan, tujuan utama sejarah Indonesia adalah Nasionalisme dan juga pengajaran. Untuk mendapatkan sejarah yang utuh sehingga menjadi kesatuan bulat perlu banyak sumber, hal yang menunjang terjadinya sejarah Nasional tentu berawal dari sejarah sejarah lokal yang di tulis sebelumnya. Namun bangsa kita pernah mengalami ketidak terbukaan dalam hal sejarah Indonesia, pada masa-masa itu sejarah dijadikan sebagai alat legitimasi kekuatan penguasa sehingga bergeser dari hakikat yang ingin di bangun. Setelah masa reformasi penulisan sejarah Indonesia mulai di susun ulang terutama hal-hal yang berkaitan dengan kontroversi yang pernah terjadi pada masa sebelumnya.

            Perlunya penelitian dilakukan oleh para peneliti lokal untuk menyusun kembali sejarah yang mampu menjadi pondasi awal dalam bernegara. Walaupun pada dasarnya peristiwa sejarah tidak akan sama persis seperti apa yang pernah terjadi namun semua itu dapat kita susun melalui interpretasi penulis dalam mengambarkan bukti-bukti yang ditemukan. Begitupun halnya yang dilakukan oleh Penulis buku yang berjudul “Pertempuran Teluk Cirebon”. Buku ini memberikan sudut pandang baru mengenai pertempuran di wilayah karesidenan Cirebon, ternyata pertempuran laut ini tidak hanya berakhir di teluk Cirebon tetapi berlanjut hingga daratan. Momentum tenggelamnya KRI Gajah Mada tidak menyurutkan perjuangan Angkatan Laut untuk terus memperjuangkan kedaulatan bangsa.

            Heroisme tokoh Lokal Seperti Kapten Samdikun dalam melakukan manufer bersama KRI Gajah Mada dapat menjadi pemecut semangat para pemuda sekitar dalam berkarya, karena peristiwa tersebut Cirebon hingga kini masih menjadi bagian dari Republik Indonesia. Hadirnya tokoh-tokoh lokal disekitar lingkungan mereka tinggal diharapkan dapat mendongkrak banyak hal yang nantinya berkaitan dengan potensi daerah tersebut, karena membangun peradaban bukan hanya menggali alam yang berada disekitar mereka tapi mempertahankan manusia didalamnya agar terus melakukan pembaharuan tanpa mengulang kejelekan yang pernah terjadi. Bertambahnya hasanah sejarah lokal akan menambah memudahkan peneliti berikutnya dalam menyusun sejarah Nasional, karena untuk menjadi besar tentunya harus disusun rapih dari puing-puing kecil. Hingga saat ini sejarah Bangsa kita terus digali dengan tujuan ilmu pengetahuan yang dapat di pelajari baik bagi pelajar maupun halayak umum.
Wawan Hermawan
Wawan Hermawan Manusia dari planet bumi, NgeBlog karena ingin.

Posting Komentar untuk ""Pertempuran Teluk Cirebon" Sejarah Lokal sebagai Konstruksi Nasional"