KERAGAMAN
Keragaman Dalam dunia pendidikan
Keragaman memang selalu diartikan sebagai
keindahan dan kekayaan yang dimiliki dalam sebuah kelompok maupun wilayah,
namun acap kali hal tersebut hanya sebagai symbol atau selogan yang terpampang
dalam reklame-reklame komersil non komersil, bagi saya keragaman bukanlah
sebuah perbedaan, keragaman tidak hanya
lahir sebagai nilai-nilai dalam hasil akhir pendidikan, namun harus mengalami
dan memaknainya. Inilah yang saya katakan tadi menghargai keragaman adalah
bentuk kedewasaan manusia, karena tidak mudah untuk menghargai hal-hal yang
terkadang berbeda dengan apa yang kita yakini, dalam sebuah keseharian dan
terkesan memaksakan kehendaki kita sendiri, yang sebenarnya pemaksaan terhadap
sebuah pandangan hanya akan membuat arti dari apa yang kita pandang tersebut
menjadi rendah dan bahkan menjadi sebuah gunjingan,bagi orang-orang yang juga
hanya sebatas mengenal.
Ungkapan itu mungkin terlalu naïf jika saya
sendiri tidak pernah mengalaminnya, diawali pada September 2012, saya tercatat
sebagai tenaga pengajar dalam program sarjana mendidik di daerah tertinggal
terpencil dan terluar. Aceh timur menjadi tempat mengawali saya dalam mengenal
keragaman dan bagaimana keragaman itu berlangsung, mungkin sebagian orang
menggap Aceh tidak lain hanya wilayah dengan penegakan syariat islam yang
tinggi namun kita perlu ingat Aceh pernah mengalami masa konflik yang cukup
panjang yang di akhiri pada tahun 2004, sebagai guru sejarah seharusnya saya
tahu mengapa konflik itu berlangsung, namun membuktikan itu lebih baik
ketimbang hanya memperkirakan.
Hal terbaru yang sangat membuat saya
tercengang ketika pertamakali memperkenalkan diri di depan kelas sebagai guru
bantu, tepat telunjuk anak muda mengarah pada wajah saya, dengan tatapan penuh
Tanya, menayakan asal muasal saya yang mengejutkan adalah mereka menanyakan
suku, hal yang baru pertamakali saya temukan dalam dunia pendidikan.
Dikarenakan saya berasal dari pulau jawa
mereka memandang sama saya adalah suku jawa, seharusnya saya tidak perlu risau
dengan hal tersebut namun tidak hanya satu dua orang yang bertanya mengenai hal
tersebut serentak satu kelas menayakan hal tersebut ada apa ini? Awalnya saya
anggap itu hanya gurauan namun mereka Nampak terlihat geram,sejak awal sudah
saya jelaskan saya orang Indonesia dan suku saya sunda, namun mereka bersikukuh,
bahwa saya sama dengan suku jawa, awalnya saya rasa ini karena mereka sudah
lama tak mengenal Indonesia dengan keragamannya dan permasalahan suku saya skip
pada hari itu, namun waktu terus berlalu tanda-tanya besar terus menghampiri
seperti pepatah malu bertanya sesat dijalan, ternyata konflik yang terjadi
telah banyak menyisakan rasa cemburu terhadap penduduk jawa bahkan sudah
beranak pinak dan turun temurun.
Setiap hari mereka menemui saya, tentunya
seusai jam pelajaran berakhir dan bertanya mengenai kondisi pulau jawa,
bagaimana kondisi pulau kami bapak lebih nyaman dimana? Hal-hal tersebut yang
terus mereka tanyakan, ini awal baik menurut saya untuk mengenalkan banyaknya
perbedaan dihadapan kita begini jadinya jika kalian tidak pernah keluar dari
sini dan hanya mengenal mereka dari siaran televisi. Setahun saya disana
mungkin tidak banyak mengenalkan pada mereka tentang arti keragaman namun
setidaknya mereka sudah tahu bahwa sebenarnya Indonesia itu tidak hanya jawa,
aceh medan, masih banyak suku yang lainnya, dan Indonesia itu tidak hanya
beragama Islam, dan Kristen tapi ada hindu budha kongucu yang tidak pernah
sekalipun mereka temui bagaimana orang-orang tersebut ada disekitar kita.
ASRAMA DAN KERAGAMAN
Februari 2014, untuk pertama kalinya
mengenal Indonesia dari pulau sabang hingga marauke, dari satu agama hingga
agama lainnya dalan satu tempat yang sama Asrama. Untuk pertama kalinya aku
mengenal orang-orang Indonesia dan hidup bersama mereka berbagi minuman berbagi
pakaian.
Satu tahun bukan waktu yang singkat
mengenal mereka, saya banyak belajar bagai mana teman-teman saya dari timor
menghargai perbedaan agama, yang mengejutkan dari lima orang temanku oaring
timor ada satu orang yang beragama islam diantara agama Kristen dan mereka
bersahabat dari sejak jaman kuliah dulu, itu sangat membuatku nyaman berada
diantara mereka.
Bergeser pada pulau Sulawesi tamanku banyak
di sana semenjak itu juga ya Asrama, mereka memahami bahwa adat dan budaya yang
mereka bawa adalah hal-hal yang menarik bagi saya, menjadi pendengar yang baik
saat itu, setiap kali berkumpul saya selalu bertannya bagaimana kebudyaan
disana nasibnya, keberlangsungannya merekalah orang-orang yang selalu
bersemangat menjawab, adik-adik dari papua selalu hadir dengan secangkir kopi
dan duduk diantara kami bercerita hangatnya papua, saya heran mengapa sebelum
diasrama saya tidak menemukan itu apakah yang saya baca salah? atau yang saya
lihat salah?. Tahun 2014 adalah tahun yang benar-benar indah bagai saya dengan
mengenal Indonesia dalam satu asrama, mereka semua menantangku untuk
mengunjungi pulau-pulau mereka dan itu jadi mimpiku berikutnnya.
W.Hermawan
Jakarta 2014
Posting Komentar untuk "KERAGAMAN "